Festival Sungai Bijawang


.

Foto : Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba
Dewasa ini, perhatian generasi muda terhadap Budaya sangatlah minim, Padahal di Negara lain, perhatian khusus terhadap Budaya sangatlah besar, mereka sangat giat dan gencar mempromosikan Budaya mereka dan biasanya menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegar, selain itu nilai dan makna akan suatu Budaya masing-masing daerah sangatlah baik untuk membentuk jati diri kita sendiri, orang lain, atau bahkan Bangsa dan Negara kita.

Bisa dihitung jari, Orang-orang yang giat untuk melestarikan dan mempertahankan warisan Para Leluhur kita ini. Di Bulukumba misalnya, terdapat banyak warisan Budaya yang perlu perhatian khusus generasi muda agar tidak tertelan oleh buaian zaman.

Pada tanggal 7 Desember 2013, Sanggar Seni dan Budaya Al Frabi Bulukumba dan Bangkeng Comunity Bulukumba menggelar Festival Sungai Bijawang, kegiatan yang menampilkan banyak Budaya yang saat ini mungkin telah terlupakan, seperti permainan rakyat Ma’Longga, Ma’ Ngasing, Ma’ Cukke, Tarik tambang dalam air, Pa Kacapi, Pa Gambusu, Pa Menca Baruga. Selain itu Sanggar seni dan Budaya Al Frabi juga Mempersembahkan Tari Tradisional Akkarane Biring Salo, Marillau Pammase Dewata, dan Ritual Mappano Ri wae, dan Ritual Tarian Eppa Sulapa yang sangat penuh dengan Mistik ditambah dengan alunan Ganderang Bulo dan Pui’ Pui’ yang melengking dalam desiran Air terjun Sungai Bijawang.

Salah satu pertunjukan yang sangat mendebar-debarkan adalah Ritual Tarian  Eppa Sulapa, Gerakan yang Lues dan gemulai seolah-olah menyatu dengan alam Sungai Bijawang ditambah dengan Aksi mistik membakar tangan dengan api membuat orang-orang yang menyaksikanya terpesona dan takjub akanya.

Mungkin nama-nama permainan dan ritual di atas saat ini agak terdengar asing ditelinga generasi muda saat ini. Ini merupakan bukti kurangnya minat para generasi muda untuk melestarikan Serpihan budaya dari sekian banyak yang terdapat di Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan yang banyak menarik perhatian Warga sekitar desa dan para pengendara sepada motor ini merupakan kegiatan yang pertama kalinya diadakan di Pinggiran Sungai Bijawang. Mungkin kedepannya Pemerintah Kabupaten Bulukumba lebih memberikan perhatian kepada orang-orang yang giat dan tekun melestarikan warisan Budaya ini, agar kelak tidak lagi di akui oleh Negara Tetangga kita.


Latihan Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba persiapan Festival Sungai Bijawang.
Foto : Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba

Latihan Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba persiapan Festival Sungai Bijawang.
Foto : Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba

Latihan Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba persiapan Festival Sungai Bijawang.
Foto : Sanggar Seni dan Budaya Al Farabi Bulukumba

Your Reply